PAMUNGKAS & RIANA

Thursday, April 23, 2009

UTS E-Comm. - Riana V. (0610220206)

SOAL 1
• Pure Play adalah usaha penjualan dengan menggunakan skenario yang hanya bermain pada pasar online saja, tidak dengan online.
Contoh : - Car Point, eBay.com, Amazon.com
Skenario ini dilakukan hanya dengan satu jalan dan cara yaitu melalui sistem online. Mulai dari pengenalan produk, promosi, dan transaksi. Online SBU ( Strategy Business Unit ) di jalankan untuk memasarkan strategi untuk bisnis online, dan hal tersebut dapat menentukan seleksi segmentasi target pemasaran.
• BAM’s (Brick – and – Mortar) adalah usaha penjualan dengan menggunakan skenario dengan dua sistem yaitu online dan offline. Strategi pada BAM’s ada 4, yaitu : - No Change
• Market Expansion
• Market Reclassification
• Reclassified – expansion
Dan target skenarionya ada 4, yaitu : - Blanket targeting
• Beached targeting
• Bleed over targeting
• New opportunity targeting
Contoh : - Gramedia
Gramedia merupakan toko buku. Pada awalnya gramedia melakukan sistem penjualan dengan sistem offline. Namun seiring perkembangan zaman, maka Gramedia mengembangkan sistem penjualannya menggunakan sistem online. Pada awalnya sistem baru ini tidak terlalu signifikan terhadap tingkat penjualan, tapi seiring dengan waktu, maka sistem online ini dapat diterima dengan baik, dan telah terlihat signifikan terhadap penjualannya. Target skenario yang dipakai Gramedia adalah Blanket Targeting ( menggunakan sistem online 50% dan offline 50% ).


SOAL 2
• Tingkatan pada Hierarki :
1. Funtionality merupakan sebuah site yang bekerja dengan baik. Didukung dengan faktor-faktor : - Penggunaan dan kesenangan dalam navigasi
- Kecepatan loading ( pada saat membuka website )
- Dapat dipercaya
- Keamanan ( jaminan keamanan terutama website yang bertransaksi )
- Akses media ( yang bergantung pada teknologi )
2. Intimacy merupakan sebuah site yang mengerti saya ( user site ). Didukung dengan faktor-faktor : - Customization
- Communication
- Consistency
- Trustworthiness
- Exceptional value
- Shift from consumption to leisure activity
3. Evanglism. Didukung dengan faktor-faktor : - Taking the word to the market
- Community membership
- Company cares about my opinion
• Bisnis online yang telah mencapai intimacy : www.fashionbandung.com
Bisnis online tentang fashion ini dikatakan mencapai intimacy karena telah mempunyai semua faktor-faktor yang medukung intimacy. Diantaranya user mendapatkan keistimewaan karena dapat memilih dan dimanjakan oleh fitur web (customization), komunikasi yang dilakukan adalah komunikasi dua arah (communication).


SOAL 3
• Website : www.Scribd.com
Analisis desain interface : 7C (Context, Cotent, Community, Customizatio, Communication, Connection, dan Commerce).
- Context
Fungsi dari website ini adalah untuk memudahkan para pencari artikel, jurnal, skripsi, hasil penelitian untuk menemukannya. Website ini menyediakan berbagai artikel yang dibutuhkan sesuai dengan kebutuhannya.
Web ini juga memudahkan para user untuk melakukan percarian karena telah ada section breakdown, linking structure, dan navigation tools yang digunakan.
Dari segi estetika, layout yang digunakan adalah sederhana namun jelas. Warna yang tidak mencolok, yang memudahkan para user utnuk meilhat web tersebut.
- Content
Dikarenakan web ini hanya berisikan artikel-artikel, maka dari empat posibilitis ( audio, video, image, dan text ) yang digunakan oleh web ini adalah text. Image juga digunakan, namun tidaklah dominan, image digunakan hanya untuk menggambarkan sebuah box ( gambar download, gambar share this, dan lain-lain ).
- Community
Komunitas yang ada pada web ini vukup tinggi. Karena untuk melakukan download, maka user itu haruslah terdaftar sebagai anggota web tersebut, user harus melakukan sign up agar terdaftar sebagai anggota. Oleh karena itu, komunitas yang ada pada web ini memiliki kesamaan kepentingan atau minat ( melihat artikel, jurnal, skripsi ) sesuai dengan kebutuhan para user.
Komunitas yang ada memiliki loyalitas yang tinggi, dan komunitas tersebut akan melakukan pengunjungan kembali pada web.
- Customization
Disini user dapat mendapatkan satu keistimewaan karena user dapat mencari data atau artikel sesuai dengan apa yang ingin dicari dan dibutuhkan.
- Communication
Komunikasi yang dijalankan oleh web ini adalah komunikasi satu arah. Karena adanya email news letter dan content update notification dari pihak web untuk user.
- Connection
Pada web ini juga menyediakan search box, yang dapat menghubungkan user website ini dengan website yang lain ( link ).
- Commerce
Fitur-fitur yang mendukung konsumen untuk memudahkan pencarian. Registration yang dilakukan adalah dengan mendaftarkan diri user untuk mejadi anggota web ini. Security yang ada sudah cukup baik, karena tidak mungin user yang bukan anggota melakukan download. Karena dengan melakukan sign up, maka data-data dari user telah diketahui.
posted by PAMUNGKAS & RIANA at 4:17 AM 0 comments

Wednesday, April 22, 2009

UTS - E-Commerce (Achmad Wahyu)

Nama : Achmad Wahyu

NIM : 0610220006


Soal 1

Pureplay merupakan scenario bisnis dimana sistem tersebut menggunakan full media online sebagai media perantara antara produsen dengan konsumennya, dalam hal ini produsen hanya berinteraksi dengan konsumen melalui sebuah media ( IM, Webcam, Email, media online lain) sehingga tidak terjadi interaksi secara langsung. Perusahaan dengan skenario ini memiliki pasar maya yang sangat besar maka secara otomatis segmentasi target pasar perusahaan tersebut adalah para user online saja.


Contoh : okezone.com, kapanlagi.com, fotolia.com.shutterstock.com

Brick and mortar merupakan skenario yang digunakan oleh perusahaan, dimana sistem tersebut berfokuskan terhadap semua media, baik secara offline maupun online (overall) jadi perusahaan tersebut tidak hanya menggantungkan kegiatan bisnisnya terhadap satu bagian media saja. Perusahaan yang menggunakan skenario jenis ini harus memiliki strategi yang berbeda untuk menarget setiap pasar baik offline maupun online.


Contoh : bankmandiri.co.id, bri.co.id, bni.co.id


Soal 2


Pada dasarnya tingkatan hierarki pengalaman suatu bisnis elektronik terdapat tiga tingkatan yaitu :


Sebuah website bisnis yang dimiliki, dikatakan berada pada tingkatan functionality apabila setiap detail portal tersebut bekerja dengan baik, dalam artian tidak terdapat blank spot, kemudahan navigasi website oleh para user, tidak terlalu banyak detail yang dapat mengurangi kecepatan browsing, reliabilitas website tersebut serta kemudahan akses setiap link-link yang ditampilkan. Dimana tujuan dari bisnis tersebut adalah untuk memudahkan penyampaian informasi dari produsen kepada konsumen.


Pada tingkatan ini bagian-bagian yang ada sangat memperhatikan kenyamanan dan berusaha untuk mengerti keadaan konsumen atau usernya. bisnis ini memiliki tujuan untuk memudahkan hubungan komunikasi antara satu orang dengan orang lain. Dimana website ataupun objek yang ada memiliki keleluasaan para konsumen dalam menambah atau mengurangi bagian dari objek sesuai dengan kebutuhan atau keinginan konsumen, selain itu proses komunikasi antara konsumen dengan produsen, mapun konsumen dengan konsumen lain mudah, serta konsistensi perusahaan dalam menjaga kualitas maupun hubungan antara produsen dengan konsumennya.


Sebuah website bisnis yang dimiliki, dikatakan berada pada tingkatan ini apabila, tujuan utama dari pembuatan portal bisnisnya adalah untuk mengajak para konsumen menggunakan produk perusahaan, dimana dalam proses pemasarannya, perusahaan tersebut dengan sengaja membuat portal komunitas untuk produk yang mereka produksi. Komunitas tersebut berguna untuk menjaga loyalitas konsumen terhadap produk mereka, dengan begitu para konsumen akan merasa dihargai sebagai pembeli produk mereka. Dengan adanya komunitas tersebut komunikasi antara perusahaan dengan para konsumennya dapat berjalan dengan mudah.


Bisnis online yang dirasakan berada pada tingkatan intimacy adalah

  1. facebook, facebook memiliki database website yang digunakan untuk menyimpan data sebagian besar orang yang berada di seluruh dunia, dimana website ini diluncurkan untuk memudahkan komunikasi antara satu orang dengan orang lain, dimana feautre-feature yang dapat dengan mudah dicustomisasi oleh user sehingga informasi yang ada dapat disesuaikan oleh keinginan user itu sendiri.

  2. friendster, friendster merupakan saingan dari facebook, yang membuat perbedaan mencolok di website ini adalah kemudahan yang diberikan oleh friendster untuk mengubah tampilan web profile user nya dengan program-program HTML, sehingga tampilan satu user dengan user lain dapat dibedakan.


Soal 3


Website : http://www.swa.co.id

Analisis : SWA merupakan sebuah majalah bisnis yang memiliki reputasi bagus di Tanah Air dengan berbagai macam berita bisnis yang ditampilkan membuat majalah tersebut menduduki market leader majalah bisnis di Indonesia, dengan berkembangnya jaman, penerbit SWA merasakan bahwa terdapat pasar yang sangat besar yang dapat dimasuki, yaitu pasar online, dimana didalam pasar tersebut terdapat user-user online yang sangat banyak, demi menjaga loyalitas serta mendapatkan para konsumen baru penerbit SWA mendirikan portal majalah bisnis tersebut dengan alamat swa.co.id.


Dengan berdasarkan atas reputasi bagus didalam versi cetaknya, penerbit SWA dituntut untuk membuat website dengan konten yang padat namun dapat secara mudah diakses oleh para usernya, untuk itulah website majalah tersebut dirasakan sangat friendly-user dibandingkan dengan portal majalah sejenis lain.


Saat kita masuk ke halaman muka, user sudah disuguhkan dengan konteks-konteks yang sudah dibagi menjadi beberapa bagian yang memudahkan konsumen atau user untuk membaca berita sesuai dengan kebutuhan mereka, dengan tampilan sederhana namun padat tidak membutuhkan waktu yang lama bagi para user yang ingin memasuki website majalah tersebut, tentu itu adalah nilai tambah yang sangat berharga. Dari website itu pula penerbit majalah SWA menampilakan polling-polling yang akan ditampilkan pada edisi berikutnya, hal tersebut dapat mengurangi pengeluaran perusahaan dalam melakukan penelitian. Dalam segi komunikasi website tersebut memiliki contact person yang jelas, namun tidak memiliki operator online yang dapat membantu langsung konsumen yang sedang membutuhkan. Apabila kita melihat dari segi komunitas, pihak penerbit SWA juga menampilkan link forum di portal mereka, sehingga loyalitas para pelanggan maupun para analis bisnis dapat tertampung disitu, setiap berita yang ada, para user diijinkan untuk melihat berita tersebut dalam versi cetaknya, nilai tambah lain, didalam website tersebut terdapat link yang memungkinkan para usernya untuk melakukan konsultasi bisnis secara online, hal tersebut masih sangat jarang ditemui di website majalah bisnis lain.


Akan sangat berbeda adanya saat kita menelusuri portal majalah bisnis lain seperti marketing.co.id, dimana website tersebut lebih mengutamakan pada pemesanan secara online daripada website bisnis, dengan sedikit berita yang dapat diakses. Dari analisis yang telah diberikan dapat disimpulkan bahwa keunggulan website majalah bisnis SWA tersebut sangatlah membantu pemasaran majalah kedalam masyarakat baik user offline maupun online.

posted by PAMUNGKAS & RIANA at 8:21 PM 1 comments

UTS E-Commerce (Raden Pamungkas Al Amin)

Raden Pamungkas Al Amin Kamis/23 April 2009
0610220193
E-COMMERCE

  1. Di dalam suatu bisnis online, pengelola dapat menggunakan berbagai macam strategi yang disesuaikan dengan sumberdaya yang ada dan kebutuhan customer. Terdapat dua skenario dalam hal ini, yaitu pure play dan brick-and-mortar. Pada dasarnya tujuan dari kedua skenario tersebut adalah sama yakni memuaskan kebutuhan customer agar mendapatkan customer loyalty untuk product yang pengelola tawarkan. Namun terdapat beberapa perbedaan yang mendasari kedua skenario ini, antara lain:
    Pure Play
    Saat pengelola menggunakan skenario ini, berarti dia menjalankan bisnisnya secara online saja (full online). Pengelola menyediakan suatu website untuk customernya dimana customer dapat mengakses website tersebut. Biasanya di website yang ada, pengelola menawarkan berbagai product yang dijualnya dengan memasukkan foto dan penjelasan yang terkait dengan product tersebut. Hal ini dilakukan agar customer dapat mengetahui berbagai product yang dijual dan dapat langsung melakukan transaksi saat itu juga. Sebagai tambahan layanan bagi customernya, pengelola juga dapat menyediakan forum dimana customer dapat menanyakan tentang suatu barang yang ingin dia beli. Skenario ini sangatlah cocok apabila pengelola mempunyai modal yang tidak terlalu besar dan mempunyai waktu yang terbatas. Keamanan dalam skenario ini sangatlah penting agar customer percaya untuk melakukan transaksi secara online di dalam website tersebut. Contoh suatu bisnis yang menggunakan skenario ini adalah smadav.com. Hal ini dikarenakan smadav menyediakan anti virus dimana customer dapat men-downloadnya secara gratis via online. Selain itu, pengelola smadav (Zainuddin Nafarin) juga menyediakan fasilitas bagi customernya untuk melakukan donasi secara online.
    Brick-and-Mortar
    Dengan skenario ini, pengelola mengkombinasikan online business dengan offline business secara bersama-sama. Berbeda dengan pure play yang hanya menggunakan cara online saja, brick-and-mortar memberikan layanan bagi customernya via website yang ada dan toko dimana customer dapat melihat secara fisik product yang diinginkannya. Dengan skenario ini, pengelola dapat menjangkau lebih banyak customer, karena tidak hanya customer yang sering menggunakan internet, namun juga customer yang masih belum percaya untuk melakukan transaksi secara online. Bisnis dengan skenario ini membutuhkan modal yang lebih besar dan waktu yang lebih banyak dari pengelolanya. Keuntungan yang sanagt dirasakan dengan skenario ini adalah tingkat fleksibilitas yang tinggi dalam memenuhi kebutuhan customernya. Contoh bisnis yang menggunakan skenario ini adalah ebay.com. Hal ini dapat terlihat dari fasilitas yang ditawarkan ebay dimana customer dapat melakukan transaksi secara online langsung melalui website yang ada, namun dapat juga mengunjungi toko-toko ebay yang ada.
  2. Tingkatan-tingkatan pada hierarki pengalaman (experience hierarchy) pada bisnis elektronik adalah sebagai berikut:
    Functionality
    Intimacy
    Evangelism
    Functionality
    Functionality adalah tingkat awal dalam hierarki pengalaman yang berperan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan customer. Di tahap ini, customer untuk pertama kalinya menilai kinerja dari website yang Ia kunjungi. Persepsi customer terhadap suatu website akan mulai terbangun pada tahap ini. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tingkatan ini adalah kegunaan dan kemudahan dalam penavigasian dari website, kecepatan loading saat melakukan suatu proses di website, reliabilitas dari website yang ada, tingkat keamanan yang ditawarkan website kepada customer, dan akses media yang ada.
    Intimacy
    Tahap/tingkatan kedua dalam hierarki pengalaman adalah Intimacy, dimana terjadi hubungan yang lebih erat anatara customer dengan pengelola. Pada tahap ini, website yang ada haruslah mampu memahami customer yang mengakses website tersebut. Tahap ini tak kalah pentingnya dalam rangka membangun kepuasan dari customer terhadap website yang ditawarkan. Beberapa hal yang menjadi pokok perhatian di tahap ini adalah fasilitas dimana customer dapat mengkostumisasi website yang ada, terjadi proses komunikasi dua arah antara customer dengan pengelola, tingkat konsistensi dari website yang ada, website yang ada harus dapat dipercaya dalam aksesibilitasnya, dan yang terakhir adalah dimana website menjadi suatu hal yang menyenangkan untuk dikunjungi oleh customer.
    Evangelism
    Tingkat terakhir dalam hierarki pengalaman adalah evangelism, yaitu saat customer telah setia kepada website yang pengelola tawarkan. Loyalitas customer akan dapat diukur pada tahap ini, karena customer telah merasa bahwa website yang ada merupakan hal yang memberikannya manfaat. Terdapat pula beberapa hal yang harus diperhatikan dalam tingkatan ini yaitu penyediaan fasilitas dalam membentuk komunitas bagi para anggotanya dan pengelola/perusahaan perduli terhadap pendapat-pendapat yang disampaikan oleh para customernya.
    Online business yang telah mencapai tahap intimacy adalah blogger.com, dimana customer yang menggunakan website tersebut telah dapat menyesuaikan tampilan yag diinginkannya dan terjadi proses komunikasi yang baik antara para pengguna blogger. Customer merasa senang untuk mengisi waktunya dengan memasukkan suatu cerita ke blognya masing-masing, terutama di waktu luang. Selain itu, banyak pula customer yang memanfaatkan blog tersebut sebagai mata pencahariannya dalam menjalankan suatu bisnis tertentu.
  3. Website yang akan dianalisis adalah suatu fashion website bernama lookbook.nu. Analisis yang akan dilakukan mencakup 7C’s, yaitu
    Context
    Dari segi konteks yang ada, penataan layout yang dilakukan oleh lookbook.nu sangatlah baik, hal ini karena user dapat dengan mudah memilih apa yang menjadi kebutuhannya dan pengelola terlihat focus terhadap product yang mereka tawarkan. Walaupun terdapat banyak fungsi yang ditawarkan oleh lookbook.nu, namun fungsi utama yang mereka tawarkan dapat ditangkap dengan jelas yaitu penyediaan informasi bagi customer mengenai item-item pakaian yang ada. Dapat dikatakan pula bahwa tampilan visualnya sangatlah kontras, sehingga terlihat penekanan yang jelas.
    Content
    Content yang terdapat dalam website ini hanya terbatas pada image (foto) dan text. Hal ini bukan berarti bahwa website yang ada kurang baik, namun memang kedua aspek inilah yang dapat mendukung website secara keseluruhan. Sayangnya terkadang image yang ada terlalu berat ukurannya, sehingga dari segi aksesibilitasnya kurang cepat.
    Community
    Komunitas yang terbentuk dari lookbook.nu ini adalah sekumpulan orang yang memiliki kesamaan hobi yang terkait dengan fashion. Mereka secara aktif melakukan posting dan komentar terkait hal-hal yang ada di dalam lookbook.nu.
    Customization
    Customer dapat dengan leluasa berpartisipasi untuk meng-upload foto fashion dan menampilkan namanya. Selain itu, customer juga dapat menamai produk-produk yang ada di dalam website tersebut. Terakhir, customer mendapat suatu privilege untuk mempunyai login restrictionnya sendiri.
    Communication
    Komunikasi yang terjadi dalam website ini mencakup broadcast dan interactive. Hal ini dikarenakan komunikasi yang terjadi dapat berupa one way communication dan two way communication dimana para customer dapat memberikan komentar terkait dengan produk yang ditawarkan dalam website tersebut.
    Connection
    Saat kita mengakses lookbook.nu, kita akan mendapatkan link-link lain yang berkaitan dengan fashion juga. Hal ini sangatlah menunjukkan bahwa website ini mendapatkan dukungan dari website lain yang sejenis, sehingga customer mendapatkan lebih banyak fasilitas dari lookbook.nu itu sendiri.
    Commerce
    Dalam segi perdagangan, website ini menyediakan link khusus dimana para customer dapat melakukan pemesanan barang. Segi keamanan juga sangat diperhatikan saat seorang customer akan melakukan pembelian, karena diharuskan memasukkan beberapa data pribadi terkait dengan customer tersebut.
posted by PAMUNGKAS & RIANA at 8:07 PM 0 comments

UTS E-Com. by Titis Sw (0610220247)

1. 1. Perbedaan antara Pure Play dan Brick and Mortar Scenario adalah :

a. Pure Play, merupakan salah satu e-commerce scenario yang digunakan untuk memasarkan produk atau melakukan promosi atas produk yang dimiliki oleh perusahaan secara online. Dalam scenario ini perusahaan hanya melayani konsumen melalui media internet sehingga konsumen tidak dapat mendatangi toko untuk melihat barang-barang yang diinginkan sebelum membelinya. Marketing strategi yang digunakan disesuaikan dengan media online yang digunakan.

Contoh : Amazone.com, e-bay.com, dll

b. Brick and Mortar, merupakan scenario lain dari e-commerce yang tidak hanya melayani pelanggan melalui internet (online) namun juga secara keseluruhan (overall) serta menyediakan layanan offline melalui gerai-gerai toko yang dibuat agar konsumen juga dapat melihat secara langsung barang yang akan dibelinya. Dari ketiga SBU yang dijalankan terintegrasi dalam sebuah marketing strategi yang berfokus pada pengelolaan secara offline dan juga online dalam memasarkan product serta mendekati konsumen sesuai dengan media yang dapat dijangkau oleh konsumen.

Contoh : Apple, Inc, Nokia, Sony Erricson, dll

2. 2. Tingkatan-tingkatan hierarki pengalaman pada bisnis elektronik adalah :

a. Functionality : pada tahapan ini produsen atau penjual meyakinkan pembeli bahwa barang yang akan dibeli mudah digunakan dan nyaman untuk digunakan, selain itu barang tersebut tahan uji, aman untuk digunakan dan mudah diakses oleh konsumen. Hal ini bisa ditunjukkan melalui pemberian garansi terhadap barang yang telah dibeli sehingga konsumen merasa aman menggunakan barang elektronik tersebut. Intinya adalah produk tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen serta dijamin oleh adanya service yang akan diberikan oleh produsen.

b. Intimacy : pada tahap kedua produsen diminta untuk memberikan perhatian lebih kepada konsumen dan juga mendekatkan diri kepada mereka. Hal ini bertujuan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen dan membangun kepercayaan antara konsumen kepada produsen. Di samping itu membangun komunikasi yang baik dengan konsumen merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan. Jika komunikasi dilakukan dengan intens dan berkelanjutan maka hubungan yang baik akan bisa terus terjaga.

c. Evangelism : tahapan terakhir dari tingkatan hierarki ini merupakan tahapan yang paling penting yang harus dijadikan perhatian produsen. Karena pada tahapan inilah loyalitas konsumen menjadi focus utama yang harus diperhatikan oleh produsen. Produsen harus jeli dan peka terhadap keinginan konsumen. Jangan sampai konsumen lari karena kecewa terhadap product yang sudah mereka gunakan. Hal ini bisa dilakukan dengan menjalankan beberapa strategi antara lain dengan membentuk dan memfasilitasi komunitas pecinta barang-barang elektronik yang sejenis sehingga mereka dapat saling bertukar informasi sehingga secara tidak langsung meningkatkan loyalitas penggunaan barang. Selain itu produsen juga bisa menyiapkan layanan keluhan konsumen sehingga kekurangan yang ada pada product bisa dikomunikasikan dan bisa menjadi masukan yang baik dalam mengembangkan produk selanjutnya.

Contoh bisnis online yang sudah berada pada hierarki intimacy adalah e-bay.com. dalam online store ini sudah masuk dalam hierarki intimacy karena sudah banyak orang yang melakukan transaksi melalui website tersebut. Hal ini menandakan bahwa semakin banyak orang percaya untuk melakukan perdagangan melalui website tersebut. Selain itu e-bay juga menyediakan layanan community bagi konsumen yang memiliki kesamaan interest dengan konsumen lain. Komunikasi yang dilakukan pun terlihat jelas pada harga-harga serta gambar dari barang-barang yang akan dijual. Meskipun begitu tetap saja masih terdapat beberapa kekurangan dari website tersebut sehingga konsumen pun tetap harus berhati-hati jika melakukan traksaksi melalui e-bay.com.

3. 3. Website yang saya amati adalah www.jcodonuts.com . Dari hasil analisis yang saya lakukan, didasarkan pada 7 C’s sebagai syarat untuk mendesign website, dapat dijabarkan sebagai berikut :

a. Context : secara general website tersebut memiliki estetika yang sangat baik. Dengan menggunakan warna orange dan coklat sebagai warna branding dari JCo. Donuts & Coffee dapat dipadukan menjadi website yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Apalagi ditambah dengan animasi dari product mereka yaitu donut dan gelas-gelas kopi. Selain itu gambar yang ada pada web tidak terlalu banyak namun tetap informative. Font yang digunakan juga merupakan font umum yang mudah untuk dibaca.

b. Content : dalam hal content, website ini lebih menekankan pada informasi gerai dan product serta kegiatan lain yang diadakan oleh JCo.Donuts dan komunitasnya, sehingga lebih berfokus pada visualisasi, image, dan text.

c. Community : karena JCo. Donuts & Coffee merupakan sebuah produk makanan ringan yang cukup digemari dan dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat maka terbentuklah community yang memfasilitasi para penggemar donuts tersebut untuk melakukan aktifitas bersama, bertukar informasi dan pengalaman, sehingga mempererat loyalitas terhadap produk tersebut.

d. Customization : untuk customization dalam web ini tidak terlalu ditonjolkan karena tidak semua pihak dapat mengubah content ataupun menyimpan data dalam website tersebut. Konsumen hanya dapat memberikan komentar mengenai produk yang ada sehingga belum terciptanya komunikasi 2 arah antara konsumen dan produsen.

e. Communication : dalam website ini komunikasi yang dilakukan masih cenderung mengarah pada komunikasi satu arah, namun memang masih ada semacam Guest Book untuk memberikan suara, saran,serta kritik yang bisa membangun perusahaan tersebut.

f. Connection : untuk koneksi tidak ada link-link yang menghubungkan dengan website lain karena JCo adalah perusahaan yang berdiri sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan di kemudian hari terdapat link-link yang mampu memperluas jaringan yang sudah ada.

g. Commerce : dimensi perdangan atau sifat-sifat yang mendukung konsumen untuk melakukan perdegangan sangatlah besar. Hal ini tergantung pada order yang ada serta keamanan dalam website tersebut.

posted by PAMUNGKAS & RIANA at 6:15 PM 0 comments

Wednesday, April 1, 2009

Tugas Terstruktur e-commerce






Ini adalah analisis mengenai website sebuah distro di bandung, yaitu www.fashionbandung.com
kami menganalisis website tersebut dari segi user interface yang terkait.

Analisa terkait dengan Customer Interface"


Oleh :

Raden Pamungkas Al Amin (0610220193)
Riana Vilianita
(0610220206)



P
ENDAHULUAN

Di tengah era globalisasi saat ini, terjadi pergeseran budaya masyarakat Indonesia yang semakin tanggap akan masalah teknologi. Tidak hanya dalam masalah pendidikan saja, namun teknologi juga mempengaruhi pola berbisnis masyarakat luas. Diantara banyak metode berbisnis, dalam hal ini adalah perdagangan, cara berdagang via internet menjadi suatu hal yang cukup menarik untuk ditelusuri. Hal ini merupakan jawaban atas kebutuhan konsumen yang semakin mengharapkan segala sesuatunya lebih cepat. Selain itu, perdagangan melalui internet adalah salah satu cara untuk mengembangkan bisnis dengan mudah dan hemat biaya.

Terdapat banyak strategi dan pilihan yang dapat kita lakukan sebagai seorang pengusaha untuk mengembangkan usaha dengan memanfaatkan layanan internet yang ada. Namun satu hal yang pasti adalah sebagai seorang pengusaha harus jeli dalam melihat keinginan dari pelanggan yang pada akhirnya dapat menciptakan loyalitas yang tinggi dari pelanggan dan tercapainya kepuasan pelangga. Dalam rangka mencapai kedua tujuan tersebut, saat mendesain suatu website haruslah menyesuaikan dengan kebutuhan dari penggunanya (user) atau memperhatikan user interface dari website yang kita buat. Terdapat 7 (tujuh) hal yang harus kita perhatikan saat membicarakan user interface, yaitu context, content, community, customization, communication, connection, dan commerce.

Oleh karena itu, sangat perlu untuk membahas mengenai user interface dari suatu website yang bergerak di bidang perniagaan. Dalam hal ini, kami menganalisis www.fashionbandung.com secara menyeluruh terkait dengan ketujuh karakteristik yang ada. Sehingga kita dapat mengetahui berbagai kelebihan dan kekurangan dari website yang menjual berbagai macam pakaian distro di daerah bandung tersebut.


PEMBAHASAN

Analisa tentang customer interface (7C) tentang website www.fashionbandung.com adalah :

1. Context

Dari estetikanya website ini menampilkan warna yang simple, namun menarik. Dominan putih menjadi warna yang dipakai website ini. Desain dan laypoutnya tidak membingungkan para user untuk membuka web ini, karena sudah ada pengelompokan-pengelompokan ( pakaian pria dan pakaian wanita). Dan di website ini telah memiliki section break down ( pada how to order, contact, home, FAQ, dan agen ).

2. Content

isi dari website ini hanya gambar (image) dan tulisan (text). Tidak terlalu banyak tulisan, tetapi pengguna dapat dengan mudah menemukan apa yang ingin mereka cari karena telah ad pengelompokan. Gambar-gambar yang ditampilkan hanyalah gambar barang yang ditawarkan, dan gambar barang yang ditawarkan pada web ini dapat diperbesar untuk mempermudah user untuk mengetahui jenis barang tersebut.

3. Community

Web ini memiliki segmentasi pada anak muda dan remaja, karena model barang yang ditawarkan berorientasi pada anak muda dan remaja. Web ini hanya bias melalui online (internet dan SMS). Namun unsur dari komunitas yang ada cukup baik, karena apa yang ditampilkan oleh web ini cukup menarik. Dan besar kemungkinan pada user untuk mengunjungi web ini kembali karena mereka telah merasa puas atas pelayanan yang telah diberikan.

4. Customization

Disini para user tidak bias melakukan personalisasi karena tidak dapat membuat account pada web tersebut.

5. Communication

Pada web ini menggunakan dimensi dua arah, karena user dan pemilik website dapat berkomunikasi secara langsung. Karena pada web ini tersedia layanan CS (Customer Service) dan Chat. Disini pada user (pengguna) dapat bercerita tentang keluhan tentang web tersebut.

6. Connection

Website ini menyediakan site search agar user dapat mencari web yang lain.

7. Commerce

Registration. Para user (pengguna) tidak diperlukan untuk melakukan registrasi atau pendaftaran untuk melakukan pembelian terhadap barang yang ditawarkan.

Security. Keamanan dalam web ini tidak terjamin. Namun dalam transaksi web ini telah menghimbau para pengguna atau calon pembeli untuk tidak mengirimka uangnya apabila belum dikonfirmasi oleh pihak fashionbandung tersebut. Disini juga terdapat garansi pengembalian barang apabila terdapat kecacatan dan keerud\sakan pada barang yang dikirimkan.

Credit card. Pembayaran yang dilakukan apabila terjadi pembelian adalah dengan cara pembayaran melalui rekening. Ibni memudahkan pengguna untuk membayar, karena pada web ini juga telah menyediakan rekening-rekening yang dapat digunakan untuk membayar.

Pada web ini telah tertera penjelasan tentang bagaimana pemesanan dan cara pembayaran, sehingga memudahkan pelanggan untuk bertransaksi. Disini juga telah tertera harga tentang produk yang ingin di beli, dan pembayaran juga dapat dilakukan dengan menggunakan mata uang rupiah (Rp) dan dolar ($).


KESIMPULAN

Tampilan dari web ini cukup sederhana. Namun karena kesederhanaan inilah yang menjadi ungulan dari web ini. Gambar yang ditampilkan hanya barang yang ditawarkan. Pengguna juga dimudahkan dengan adanya contact, customer service, dan chat. Disini para penggna bisa bertukar pendapat dengan pengguna lain, dan bisa menayakan sesuatu pada web tersebut apabila terjadi kesulita dalam melakukan transaksi.

Web ini sangat simple, jelas segmentasinya (anak muda dan remaja), dan barang-barang yang ditawarkan juga adalah barang yang sedang booming.

posted by PAMUNGKAS & RIANA at 12:52 AM 0 comments

hello e-commerce

Hello blogger,
We've made this blog in order to complete our project in e-commerce subject.
We are currently students in Economic Faculty University of Brawijaya majoring in Management.
This blog is dedicated to our lecturer, Mr. Ananda Sabil.
:)
posted by PAMUNGKAS & RIANA at 12:39 AM 0 comments